Edukasi Daur Ulang Limbah Plastik

Kolaborasi Industri Mamin Indonesia Untuk Solusi Manajemen Plastik Yang Lebih Baik

Packaging Recovery Organization (PRO) Gagasan Industri Mamin Indonesia

Tahun 2020, beberapa perusahaan terkemuka dari industri makanan dan minuman menginisiasi pembentukan sebuah organisasi dengan nama Packaging Recovery Organization (PRO). PRO beroperasi sebagai lembaga non-profit yang dikelola secara profesional dan independen. Tujuan PRO didirikan adalah guna meningkatkan upaya daur ulang industri, mengurangi limbah kemasan plastik di Indonesia, dan mengurangi pencemaran laut.

Adapun perusahaan ‘raksasa’ dari industri makanan minuman (mamin) yang tergabung dalam inisiasi ini adalah PT Coca-Cola Amatil Indonesia, PT Tirta Investama/Danone-AQUA, PT Indofood Sukses Makmur, PT Nestle Indonesia, PT Unilever Indonesia, serta PT Tetra Pak Indonesia. Ke-6 perusahaan ini tergabung dalam Asosiasi untuk Kemasan dan Daur Ulang bagi Indonesia yang Berkelanjutan atau disingkat PRAISE.

Triyono Prijosoesilo, ketua komite pengarah PRAISE dan kepala urusan humas Coca-Cola Indonesia mengatakan “PRAISE sangat bangga bisa meluncurkan PRO. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata kami memberi solusi atas manajemen limbah plastik sekali pakai dengan tetap mempromosikan tanggung jawab pemangku kepentingan yang lebih luas.”

Dalam praktiknya, PRO akan terlibat langsung mendorong para pelaku industri untuk melakukan tanggung jawabnya kepada lingkungan. Langkah ini secara garis besar mencakup pengumpulan limbah plastik, proses daur ulang, edukasi kepada masyarakat, dan riset manajemen sampah. Setidaknya PRO mencanangkan 3 program rutin yang akan mereka laksanakan, diantaranya;

  1. Membangun sistem daur ulang untuk plastik Polyethylene Terephthalate (PET); yang digunakan sebagai kemasan botol plastik.
  2. Pengembangan kapasitas pengumpulan limbah untuk kategori kemasan Used Beverage Carton (UBC), kemasan flexible, serta plastik High-Density Polyethlene (HDPE).
  3. Mengedukasi masyarakat terkait pentingnya daur ulang.

Salah satu target terdekat PRO adalah untuk mencapai tingkat daur ulang plastik PET sampai dengan 60 persen. Diharapkan tahun 2021, PRO dapat memperluas keanggotaannya serta merambah jenis plastik lain untuk didaur ulang (jenis lain seperti UBC, kemasan flexible, dan HDPE).

“Kami harap kehadiran PRO dapat memberikan sudut pandang serta inovasi baru dalam menghadapi berbagai tantangan manajemen limbah plastik serta mempercepat praktik ekonomi sirkular di Indonesia,” ujar Karyanto Wibowo, Ketua Umum PRAISE. Beliau menambahkan, “Besar harapan kami agar pemerintah, sektor industri, dan sektor informal maupun semi-informal lainnya dapat bergabung dalam insitiatif ini untuk mewujudkan Indonesia yang lestari.”

Masalah Manajemen Plastik Di Indonesia

Badan Pusat Statistik Indonesia mengindentifikasi bahwa permasalahan timbunan sampah di Indonesia berpotensi memacu percepatan pemanasan global dan perubahan iklim. Tahun ini sendiri, sampah plastik Indonesia mencapai 64 juta ton dengan 3.2 juta diantaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Keadaan diperparah dengan limbah plastik medis sekali pakai yang menumpuk selama pandemi.

Penuntasan masalah sampah plastik perlu kerjasama dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dapat terus mendorong industri kemasan plastik untuk giat melakukan daur ulang. Sehingga rotasi limbah plastik dapat berputar menjadi produksi kemasan baru yang bernilai ekonomis dan tidak membahayakan lingkungan. Pemerintah juga perlu melakukan edukasi terus-menerus untuk pengelolaan sampah plastik di skala rumah tangga agar mereka tidak terpaksa membuang sampah dengan cara yang membahayakan lingkungan, seperti dibakar, dibuang di saluran air, dibuang ke tanah, atau dikubur.

Sedangkan bagi masyarakat, langkah daur ulang dapat dilakukan dengan mengubah plastik menjadi kompos. Namun jangan khawatir, ada alternatif lain yang lebih sederhana. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menjalin kerjasama dengan Pemda, retail, perusahaan aplikasi, organisasi, maupun industri UMKM untuk memudahkan masyarakat melakukan daur ulang. Anda dapat menyumbangkan sampah plastik lewat aplikasi, contohnya Octopus. Aplikasi ini memungkinkan sampah Anda untuk dijemput dan didaur ulang menjadi produk baru yang berdaya guna.

Hubungi Sekarang

Untuk konsultasi terkait produk dan harga

Untuk mengirimkan email permintaan produk

Untuk Anda, pemilik bisnis dengan pembelian partai besar