Jual Biji Plastik Daur Ulang Bikin Untung

Penjualan Biji Plastik Daur Ulang – Solusi Bisnis Dan Limbah Plastik Dari Industri Kemasan

Siapa yang tidak setuju kalau volume sampah plastik sudah jadi momok puluhan tahun bagi warga dunia, bahkan Indonesia. Juru kampanye Greenpeace Indonesia, Muharram Atha mengatakan, “Ketika industri terus bertumbuh, volume sampah plastik pun akan meningkat karena industri masih mengandalkan plastik sekali pakai sebagai kemasan.” Riset dari National Geographic menyebutkan bahwa dari 78 juta metrik ton kemasan plastik yang diproduksi secara global, hanya 14% yang dapat didaur ulang. Di seluruh dunia, sebanyak 2 juta kantong plastik digunakan setiap menitnya. Walaupun langkah pemerintah sudah tegas dalam mengurangi sampah plastik, nyatanya permintaan plastik – terutama untuk kemasan makanan minuman masih tinggi dan belum bisa tergantikan.

Siapa Saja Industri Kemasan Penyumbang Limbah Plastik Terbesar Di Indonesia?

Industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) adalah salah satu industri yang menyumbang limbah plastik terbesar dalam klasifikasi sampah plastik dengan merk dagang. Audit berjangka dari tahun 2016 – 2019 menunjukkan bahwa merk dagang Danone, Orang Tua, dan Wings kerap berada di peringkat tiga teratas sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak di Indonesia. Urutan merk dagang lain yang juga merupakan raksasa limbah plastik adalah Indofood dan Johnson & Johnson. Dapat dipastikan sebagian besar sampah plastik berasal dari komoditi kemasan makanan dan minuman.

Ide Sedotan Kertas Adalah Solusi Yang Buruk

Beberapa brand FMCG ternama seperti Nestlé Indonesia sudah mulai mengimplementasikan gagasan untuk mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas / paper straw demi mengurangi sampah plastik dunia. Logikanya, komposisi kertas memang terbilang biodegradable (dapat didaur ulang) karena bahan pembuatannya berasal dari pohon – sumber yang dapat diperbaharui dengan melalukan penanaman berulang. Sayangnya, gagasan tersebut buruk karena kenyataannya tidak sesederhana itu.

Fakta dari Brew Impact menyebutkan bahwa produksi sedotan kertas lebih membutuhkan banyak energi ketimbang sedotan plastik. Konsekuensinya, lebih banyak gas rumah kaca yang dikeluarkan selama produksi kertas dibanding plastik.

Selanjutnya, klaim “biodegradable” yang berarti material karbon pada produk akan terurai sebanyak 60% setelah 180 hari – bisa saja salah. Karena sering kali limbah kertas butuh lebih dari 180 hari sampai dia terurai, walaupun memang lebih singkat dibanding waktu urai sampah plastik yang mencapai ratusan tahun.

Seringkali sedotan kertas juga digunakan sekali pakai, sehingga restoran harus memproduksi sedotan kertas terus-menerus. Produksi massive sedotan kertas akan memunculkan masalah baru yaitu aktivitas illegal perambahan hutan untuk keperluan bisnis. Ujung-ujungnya industri terbentur dengan permasalahan iklim akibat deforestasi.

Terakhir, tidak semua sedotan kertas dapat didaur ulang karena fasilitas daur ulang biasanya akan menolak produk kertas yang sudah terkontaminasi oleh residu makanan. Dikarenakan kertas punya sifat menyerap cairan, ini bisa jadi alasan sedotan kertas tidak layak daur ulang.

Solusi Bisnis Penjualan Biji Plastik Daur Ulang

Umumnya langkah pengelolaan sampah terdiri dari 5R (Reuse, Recycle, Reject, Repair, dan Reduce). Bagi skala perorangan dan rumah tangga, baiknya langkah Refuse dan Reduce harus sering dilakukan. Namun bagi skala industri, produksi biji plastik daur ulang sangatlah bermanfaat. Selain karena didukung pemerintah, peluang bisnis biji plastik daur ulang bisa menghasilkan omset hingga ratusan juta bahkan laris manis saat pandemi! Anda tinggal perlu bekerjasama dengan pengepul plastik untuk mengumpulkan limbah plastik, kemudian sortir sampah plastik berdasarkan jenisnya, dan lakukan proses daur ulang secara bertahap. Simak artikel lengkapnya disini.

Berikut 5 jenis biji plastik daur ulang yang sering digunakan untuk kemasan makanan dan minuman;