Daur Ulang Plastik PET Sebagai Substitusi Poliester Konvensional S

Daur Ulang Plastik PET Sebagai Substitusi Poliester Konvensional Dan Dedikasi Brand Fashion Terkemuka

Tahukah kamu kalau 5 botol plastik ukuran besar bisa diubah menjadi 1 kaos ukuran XL? Ya seaneh yang didengar, daur ulang plastik kini menjadi misi dan dedikasi bersama yang dilakukan brand fashion ternama untuk mengolah plastik bekas agar tidak mencemari bumi kita.

Berawal Dari Sebuah Tantangan Untuk Daur Ulang Plastik Poliester

Sebuah organisasi nirlaba bernama Textile Exchange dalam kerjasamanya dengan UNFC (United Nation Framework Convention) mengeluarkan tantangan dengan judul “2025 Recycled Polyester Challenge”. Mereka mengajak berbagai industri di bidang fashion untuk meningkatkan penggunaan poliester hasil daur ulang plastik PET bekas  sebesar 14 persen sampai 45 persen di tahun 2025, sebagai bahan dasar baju-baju yang dibuat.

Langkah ini merupakan tindakan nyata yang dilakukan Textile Exchange sebagai komitmen  di bidang daur ulang poliester pada 2017. Textile Exchange memiliki visi besar di tahun 2030 untuk meningkatkan penggunaan poliester daur ulang hingga 90 persen. Misi ini menjadi kian penting karena dengan menggunakan poliester daur ulang, akan berdampak pada pengurangan emisi gas karbon hingga 70 persen. Mengingat juga bahwa industri pakaian membutuhkan poliester sekitar 40 juta kilogram setiap tahunnya, langkah ini akan berdampak sangat baik pada 8 juta ton plastik PET yang dihasilkan tiap tahun.

Inisiatif tersebut disambut hangat oleh berbagai merek pakaian terkemuka yang tentu memiliki kepedulian terhadap sampah plastik PET, sebagai jenis plastik paling komersil saat ini. Pada bahasan kali ini, kita akan melihat siapa saja industri pakaian yang mendedikasikan langkahnya dalam tantangan ini!

Adidas

Sebagai salah satu raksasa penghasil sepatu dunia, Adidas, menunjukan dedikasinya yang tidak main-main dalam menciptakan “Climate Neutrality” di tahun 2050 mendatang. Pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh mengingat bahwa Adidas sendiri telah menggunakan poliester daur ulang plastik PET lebih dari 50 persen dari keseluruhan produksinya di tahun 2020. Pada praktik penjualan di toko resminya pun, Adidas telah mengurangi  sekitar 40 ton plastik yang biasa digunakan untuk keperluan konsumen sejak 2016.

Tidak berhenti sampai situ, Adidas saat ini sedang mengembangkan produk sepatunya yang berbahan dasar plastik PET yang 100 persen mampu didaur ulang kembali dengan nama Futurecraft Loop. Dedikasi ini merupakan langkah yang amat signifikan dalam mewujudkan visi “Climate Neutrality” itu sendiri.  Selanjutnya, langkah jangka pendek Adidas di 2030 adalah  untuk menggunakan poliester daur ulang secara keseluruhan pada produk-produknya, mulai dari sepatu, baju, celana, atau pakaian olahraga.

H&M

Tahun 2019 merupakan titik tolak yang cukup penting bagi H&M, di mana kala itu H&M perdana meluncurkan koleksinya pakaian musim gugur dan musim semi yang semuanya berbahan dasar utama poliester daur ulang. Inisiatif ini disinyalir menjadi langkah awal komitmen H&M untuk berpartisipasi dalam tantangan yang diberikan oleh Textile Exchange. Tidak berhenti di sana,  konsistensi H&M ditujunjukan pada tahun berikutnya, ketika penggunaan poliester daur ulang juga dimanfaatkan untuk memproduksi koleksi pakaian renang, pakaian olahraga, dan pakaian anak. 

Selain berkomitmen pada tantangan yang diberikan oleh Textile Exchange, H&M sendiri juga berkolaborasi dengan Danone-AQUA di bawah nama proyek “bottle2fashion”. Di mana pada kolaborasi ini, kedua pihak bekerjasama dalam mengumpulkan lebih dari 4 juta ton botol plastik PET yang diambil langsung dari Indonesia untuk bahan dasar pembuatan pakaian. 

Helly Hansen

Brand fashion ternama, Helly Hansen juga tercatat sebagai pihak yang mengambil dedikasi besar untuk menjalankan tantangan yang diberikan oleh Textile Exchange. Dilansir dari website resmi Helly Hansen, dedikasi ini menjadi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam mereduksi ketergantungannya terhadap petroleum (minyak bumi)  sebagai bahan dasar poliester yang asli. Substitusi poliester konvensional dari daur ulang plastik PET ini terhitung mampu mengurangi emisi gas karbon akibat produksi hingga 82 persen dari nilai total. Lebih daripada itu, per tahun 2020 Helly Hansen telah menggunakan poliester dari daur ulang plastik PET pada 80 persen produksi pakaiannya. 

J. Crew

Selama hampir 8 dekade sepak terjangnya di dunia industri pakaian, J. Crew pada 2020 silam mengambil langkah untuk merekonstruksi penggunaan bahan dasar dari pakaiannya. Dari sekian banyak bahan yang tercantum, poliester dari daur ulang plastik PET menjadi salah satunya. Hal ini merupakan wujud dedikasi J. crew untuk mereduksi sistem produksi pakaian konvensional sebelumnya yang boros bahan bakar dan mencemari udara kian parah. Dengan menggunakan bahan hasil daur ulang, J. Crew tidak hanya berhasil menjalankan misi pertanggungjawaban sosialnya, tapi juga menekuni dedikasi perusahaan terhadap tantangan Textile Exchange Challenge 2025

Hubungi Sekarang

Untuk konsultasi terkait produk dan harga

Untuk mengirimkan email permintaan produk

Untuk Anda, pemilik bisnis dengan pembelian partai besar